E – HEALTH & TELEMEDICINE DI INDONESIA

E – HEALTH & TELEMEDICINE DI INDONESIA
JURNAL ILMIAH

E – HEALTH & TELEMEDICINE DI INDONESIA
R FAJAR PAMBUDHI
(1151500074)
TEKNIK INFORMATIKA - INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
Jl. Raya Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15320

ABSTRAK

Internet saat ini sudah menjadi sarana komunikasi yang penting dan efektif di seluruh dunia dan banyak bidang yang menggunakannya. Aplikasi e-learning dalam bidang pendidikan, e-commerce dalam bidang bisnis, dan e-government dalam bidang pemerintahan sudah banyak digunakan dan terbukti memberi manfaat untuk masyarakat. Bidang kesehatan pun kini sudah melihat potensi internet. Sekarang ini, internet menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran informasi yang berguna untuk penyedia layanan kesehatan (provider) dan pengguna layanan kesehatan (consumer). Berdasarkan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan yang praktis dan efisien, lahirlah konsep e–health dan telemedicine sebagai jawaban atas tuntutan tersebut.
E-health adalah aplikasi internet atau teknologi lain yang berkaitan di industri pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan akses, efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari proses medis dan bisnis, yang melibatkan organisasi pelayanan medis, sedangkan Telemedicine adalah aplikasi dari pengobatan klinis yang pengembangannya memanfaatkan telepon, internet, dan jaringan komunikasi lain untuk mentransfer informasi medis. Dengan transfer ini informasi media tersebut dapat digunakan untuk konsultasi kesehatan               
Solusi yang ditawarkan e-health dan telemedicine meliputi produk, sistem, layanan dan konsultasi kesehatan.

Kata Kunci : e-commerce, e-government, provider, consumer, e-health, telemedicine


I. PENDAHULUAN

Teknologi Internet di Indonesia saat ini berkembang pesat. Internet sudah menjangkau banyak lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, karyawan, sampai manula. Internet terbukti banyak memberikan kemudahan bagi setiap orang dalam melakukan aktivitas dan mendapatkan berbagai macam informasi. Kini,internet telah menjadi alternatif media komunikasi dan pertukaran informasi yang paling efektif.
Karena efektivitasnya itu, muncul sebuah ide untuk memanfaatkan internet dalam bidang kesehatan. Perangkat Lunak E-Health dibangun untuk mempermudah dan mempercepat akses untuk mendapatkan pelayanan medis, memberikan efisiensi dari segi biaya dan waktu, mempermudah proses administrasi, dan menyediakan sarana komunikasi yang cepat dan efisien untuk dokter, pasien, manajemen rumah sakit, laboratorium, apotek, dan pihak asuransi.
Pada masa sekarang ini, pengetahuan masyarakat Indonesia tentang kesehatan masih minim, sehingga dengan adanya E-Health yang memberikan informasi lengkap mengenai kesehatan dan kemudahan dalam mengakses pelayanan medis melalui sistem yang terintegrasi, diharapkan sistem baru ini akan membuat masyarakat memiliki kesadaran lebih akan kesehatan. Permasalahan yang lain adalah banyaknya data pasien (medical record) yang harus disimpan sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Dengan E-Health, medical record pasien dapat tersimpan dengan baik, mudah dalam proses pencarian ketika dibutuhkan,serta mudah dan aman untuk ditransmisikan kepada pasien dengan tetap mementingkan privasi pasien.

II. PEMBAHASAN
           
E-health adalah aplikasi internet atau teknologi lain yang berkaitan di industri pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan akses, efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari proses medis dan bisnis, yang melibatkan organisasi pelayanan medis (rumah sakit atau klinik), praktisi medis (dokter atau terapis), laboratorium, apotek, asuransi, dan pasien sebagai konsumen .
E-health merupakan e-commerce versi kesehatan: yaitu pemanfaatan bisnis kesehatan secara elektronik. E-health adalah kombinasi dari pemanfaataan komunikasi elektronik dan teknologi informasi pada bidang kesehatan, baik di tempat sendiri (lokal) maupun di klinik yang jauh, untuk tujuan klinik, pengajaran dan administratif.
       Solusi yang ditawarkan e-health meliputi produk, sistem, dan layanan, sebagai contoh : informasi kesehatan, rekam medis elektronik, layanan pembelian obat, sistem komunikasi antar pengguna, dan informasi lainnya terkait pencegahan penyakit, diagnosa, perawatan, monitoring kesehatan, dan manajemen gaya hidup.
Di Indonesia sendiri, e-health belum diterapkan, walaupun sudah banyak berkembang situs-situs kesehatan, tetapi situs-situs tersebut belum mengadaptasi konsep e-health sepenuhnya.

System E-Health

Aplikasi Perangkat Lunak E-Health Laboratorium Medis ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP (PHP Hypertext Preprocessor), untuk database menggunakan MySQL. Alasannya, agar user tidak perlu lagi melakukan instalasi aplikasi sebelum menggunakannya. Untuk dapat menggunakan aplikasi ini, user hanya menyediakan perangkat koneksi. Perancangan sistemnya menggunakan system flow, work flow, DFD (Data Flow Diagram), CDM (Conceptual Data Model), dan PDM (Phsycal Data Model).
Secara sederhana sistem E-Health terdiri atas sejumlah “Stasiun Medis” yang satu sama lain dihubungkan dalam suatu jaringan (Network). Suatu stasiun medis sendiri dapat terdiri atas :
  1. Komputer dengan perangkat lunak di dalamnya
  2. Sebuah perangkat antar-muka pasien
  3. Sejumlah instrument biomedika (tergantung keperluan)
  4. Sebuah perangkat antar-muka pengguna (berikut alat input output yang digunakan)
  5. Jaringan dan perangkat telekomunikasi yang tersedia.
Pada dasarnya setiap stasiun medis dapat berhubungan dengan stasiun medis lainnya secara
  1. Real-time (secara sinkron), contohnya saat telekonsultasi antara dokter umum dan dokter spesialis mengenai kasus darurat seorang pasien.
  2. Store and forward, pengiriman informasi dan pembacaannya tidak pada saat yang sama, contohnya dalam penyampaian singkat jumlah rekapitulasi jumlah pasien di suatu puskesmas selama sebulan beserta informasi penting secara singkat.
Maanfaat dan Kendala Dari Penggunaan Sistem E-Health :

Sistem E-Health ini begitu bermanfaat bagi dunia kesehatan dan kedokteran saat ini, berikut manfaat lain dari penerapan sistem E-Health dalam dunia kedokteran :
  1. Peningkatan efisiensi atau penurunan biaya.
  2. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
  3. Pembuktian diagnose melalui evaluasi ilmiah
  4. Pemberdayaan pasien dan konsumen
  5. Mendorong terjadinya hubungan yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan
  6. Pendidikan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat
  7. Mendorong tumbuhnya komunikasi dan pertukaran informasi antar lembaga pelayanan kesehatan
  8. Perluasan ruang lingkup pelayanan kesehatan.
Dan berikut masalah yang perlu di atasi :
  1. Kesiapan sumberdaya manusia
  2. Kesiapan organisasi yang terlibat
  3. Budaya kerja
  4. Perkembangan teknologi dan ketersediaan infrastruktur
  5. Masalah birokrasi
  6. Hubungan antara konsumen dan tenaga kesehatan 
Contoh Penerapan E-Health Pada Dunia Kesehatan :

Sistem Resep Elektronik
Merupakan sistem komputerisasi penulisan resep obat yang juga dikenal dengan E-Prescription, dimana pada sistem ini dokter menuliskan dan mengirimkan resep kepada bagian farmasi/apotek menggunakan media elektronik menggantikan tulisan tangan dan penggunaan media kertas.
Sistem ini dibuat untuk menghindari terjadinya ROM (Reaksi Obat Merugikan) yang biasa disebabkan oleh adanya kesalahan pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan, yang sebenarnya hal ini dapat dicegah apabila dilakukan dengan lebih teliti dan hati-hati.
Kesalahan tersebut dapat dibagi dalam 4 fase :
  1. Fase penulisan resep
  2. Fase pembacaan resep
  3. Fase penyiapan hingga penyerahan resep oleh petugas apotek
  4. Fase penggunaan obat oleh pasien 
Cara Kerja Sistem Resep Elektronik :
Resep elektronik ini terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak, perangkat keras yang digunakan adalah computer dan perangkat lunak yang digunakan adalah perangkat lunak resep elektronik dengan modul pendeteksi ROM (Reaksi Obat Merugikan).
Satu computer digunakan sebagai server (pusat data). Server tersebut dihubungkan dengan computer-komputer lainnya menggunakan hub pada LAN (Local Area Network). Perangkat lunak hanya di instalasi di computer server saja dan sistem ini dapat digunakan pada satu, dua atau banyak computer.
Perangkat lunak pada sistem resep elektronik pendeteksi ROM ini secara sederhana mempunyai fungsi sebagai berikut  :
  1. Mencatat semua data pasien yang dapat dengan mudah dicari kembali
  2. Menulis resep elektronik tanpa kertas dan dapat langsung dikirim ke apotek, sehingga pasien dapat langsung pergi ke apotek untuk ambil obat.
  3. Membantu bapak ibu dokter dalam menulis resep dengan memberikan informasi mengenai obat yang akan diresepkan dan mendeteksi apabila ada interaksi antara obat-obata tersebut dalam resep dengan memberi peringatan sebelum obat dikirimkan ke apotek.
  4. Mencatat data penggunaan obat
  5. Membuat laporan dengan lebih cepat dan mudah
Dengan adanya sistem seperti ini sebenarnya akan sangat memudahkan seorang dokter dalam bekerja dan menghindari terjadinya kesalahan dalam pemberian suatu resep yang dapat menimbulkan kerugian pada pasien, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan.

Telemedicine

Telemedicine adalah aplikasi dari pengobatan klinis yang pengembangannya memanfaatkan telepon, internet, dan jaringan komunikasi lain untuk mentransfer informasi medis. Telemedicine merupakan layanan kesehatan yang dilakukan dari jarak jauh (Telemedicine is health care carried out at a distance). Istilah telemedicine sering disalahartikan dengan istilah e-health ataupun telehealth. Telemedicine hanya merujuk pada layanan klinis, sedangkan telehealth mencakup baik layanan klinis maupun layanan nonklinis seperti pendidikan, administrasi, dan penelitian bidang medis. Sedangkan e-health digunakan pada istilah yang mencakup telehealth, rekam medis elektronik, dan komponen-komponen lain dalam kesehatan TI (teknologi informasi).

Contoh Aplikasi Telemedicine :

Aplikasi telemedicine sangatlah luas, tergantung dari materi dan objek transmisi nya. Misalnya, teleradiologi, teledermatologi, telepsikiatri, teleneurologi, teleedukasi, telekonsultasi, pengobatan telenuklir, teleotorinolaringologi  dan penatalaksanaan trauma jarak jauh. Selain itu dikenal pula berbagai disiplin telemedicine lainnya seperti telenursing  (pelayanan keperawatan jarak jauh), dan teleprescribing (resep jarak jauh).

Penggunaan E-Health dan Telemedicine di Indonesia
E-Health di Indonesia
Di Indonesia sendiri penggunaan sistem layanan e-health memang belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan sumber daya manusia (SDM) industri kesehatan yang ada belum menguasai teknologi secara keseluruhan. Beberapa yang harus dikuasai sebelum e-Health ini diterapkan adalah masalah informasi dan teknologi (IT). Hingga saat ini tidak semua rumah sakit hingga puskesmas memiliki infrastruktur IT memadai.
Padahal, untuk bisa menerapkan sistem layanan e-Health tersebut dibutuhkan infrastruktur IT yang cukup, koneksi dan integrasi antara pihak rumah sakit hingga masalah kecepatan akses bandwidth internet.
Pengembangan e-health perlu didasarkan pada kebutuhan pengguna akan layanan kesehatan, sehingga akan tercipta e-health yang tepat sasaran dan mampu meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia. Saat ini ekosistem kesehatan terdiri dari beberapa komponen yaitu, pengguna (pasien dengan berbagai level ekonomi), pemerintah sebagai regulator dan fasiliastor, dokter, rumah sakit, apotik, industri obat dan penyelenggara maupun pendukung kesehatan lainnya. Masing-masing komponen bisa membangun dengan program TIK masing-masing. Namun demikian karena pasien itu berpindah-pindah dan perlu penanganan yang cepat, akurat dan murah, maka diperlukan suatu sistem TIK yang baik.

Telemedicine di Indonesia
Pelaksanaan telemedicine di Indonesia sampai saat ini terus dikaji dan dikembangkan, karena dalam penerapannya ada beberapa kendala utama.
Kendala pertama berasal dari aspek instalasi sistem/infra struktur telemedicine. Biaya perangkat keras untuk melakukan teleconference (untuk telediagnosis maupun tele konsultasi) belum banyak dimiliki di fasilitas kesehatan yang ada di daerah terpencil. Biaya pengadaan perangkat lunak penunjang (kalau memang teknologinya sudah ada) juga tidak murah, belum lagi biaya instalasi yang memerlukan dukungan tenaga terlatih.
Masalah lain juga timbul pada aspek integrasi konsep telemedicine ke dalam praktek kedokteran di Indonesia. Tenaga Medis dengan dukungan kemampuan telemedicine masih terbatas. Penerimaan komunitas terhadap hasil dari telemedicine dibidang tenaga kesehatan maupun tenaga non-medis juga beragam, belum lagi aspek legal dan etik praktik telemedicine ini. Dan terakhir adalah aspek pemeliharaan sistem.
Beberapa isu yang mengemuka adalah besarnya Biaya pemeliharaan, Efektivitas-biaya secara komersial, Pengawasan kualitas layanan, dan terakhir adalah Penyesuaian dengan perkembangan teknologi informasi & ilmu kedokteran.

III. KESIMPULAN

E-health merupakan suatu bentuk layanan kesehatan secara elektronis yang mempunyai tujuan untuk mendukung kegiatan kesehatan secara umum, meningkatkan kualitas layanan, meningkatkan akses, efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari proses medis dan bisnis, yang melibatkan organisasi pelayanan medis (rumah sakit atau klinik), praktisi medis (dokter atau terapis), laboratorium, apotek, asuransi, dan pasien sebagai konsumen .
Sistem layanan e-Health memang belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan sumber daya manusia (SDM) industri kesehatan yang ada belum menguasai teknologi secara keseluruhan. Sistem e-Health tersebut akan merombak sistem layanan yang ada di rumah sakit selama ini. Apalagi rumah sakit tersebut belum menerapkan teknologi untuk menunjang operasionalnya. Beberapa yang harus dikuasai sebelum e-Health ini diterapkan adalah masalah informasi dan teknologi (IT).
Hingga saat ini tidak semua rumah sakit hingga puskesmas memiliki infrastruktur IT memadai. Untuk bisa menerapkan sistem layanan e-Health tersebut dibutuhkan infrastruktur IT yang cukup, koneksi dan integrasi antara pihak rumah sakit hingga masalah kecepatan akses bandwidth internet.
Pengembangan e-Health pun perlu didasarkan pada kebutuhan pengguna akan layanan kesehatan, sehingga akan tercipta e-Health yang tepat sasaran dan mampu meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia. 
Telemedicine adalah konsep praktek kedokteran yang sangat bermanfaat untuk mendukung diagnosis maupun konsultasi medis jarak jauh. Telemedicine dapat menjembatani kekurangan tenaga spesialis medis disuatu tempat dan menawarkan layanan kesehatan cepat yang dibatasi jarak, tetapi telemedicine sangat tergantung pada tingkat ketersediaan infrastruktur IT di suatu daerah dan juga tingkat biaya operasional yang tersedia. Telemedicine juga masih sangat dibatasi oleh penguasaan teknologi ini khususnya oleh tenaga medis di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA