E – HEALTH & TELEMEDICINE DI INDONESIA

E – HEALTH & TELEMEDICINE DI INDONESIA
JURNAL ILMIAH

E – HEALTH & TELEMEDICINE DI INDONESIA
R FAJAR PAMBUDHI
(1151500074)
TEKNIK INFORMATIKA - INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
Jl. Raya Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15320

ABSTRAK

Internet saat ini sudah menjadi sarana komunikasi yang penting dan efektif di seluruh dunia dan banyak bidang yang menggunakannya. Aplikasi e-learning dalam bidang pendidikan, e-commerce dalam bidang bisnis, dan e-government dalam bidang pemerintahan sudah banyak digunakan dan terbukti memberi manfaat untuk masyarakat. Bidang kesehatan pun kini sudah melihat potensi internet. Sekarang ini, internet menjadi sarana pembelajaran dan pertukaran informasi yang berguna untuk penyedia layanan kesehatan (provider) dan pengguna layanan kesehatan (consumer). Berdasarkan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan yang praktis dan efisien, lahirlah konsep e–health dan telemedicine sebagai jawaban atas tuntutan tersebut.
E-health adalah aplikasi internet atau teknologi lain yang berkaitan di industri pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan akses, efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari proses medis dan bisnis, yang melibatkan organisasi pelayanan medis, sedangkan Telemedicine adalah aplikasi dari pengobatan klinis yang pengembangannya memanfaatkan telepon, internet, dan jaringan komunikasi lain untuk mentransfer informasi medis. Dengan transfer ini informasi media tersebut dapat digunakan untuk konsultasi kesehatan               
Solusi yang ditawarkan e-health dan telemedicine meliputi produk, sistem, layanan dan konsultasi kesehatan.

Kata Kunci : e-commerce, e-government, provider, consumer, e-health, telemedicine


I. PENDAHULUAN

Teknologi Internet di Indonesia saat ini berkembang pesat. Internet sudah menjangkau banyak lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, karyawan, sampai manula. Internet terbukti banyak memberikan kemudahan bagi setiap orang dalam melakukan aktivitas dan mendapatkan berbagai macam informasi. Kini,internet telah menjadi alternatif media komunikasi dan pertukaran informasi yang paling efektif.
Karena efektivitasnya itu, muncul sebuah ide untuk memanfaatkan internet dalam bidang kesehatan. Perangkat Lunak E-Health dibangun untuk mempermudah dan mempercepat akses untuk mendapatkan pelayanan medis, memberikan efisiensi dari segi biaya dan waktu, mempermudah proses administrasi, dan menyediakan sarana komunikasi yang cepat dan efisien untuk dokter, pasien, manajemen rumah sakit, laboratorium, apotek, dan pihak asuransi.
Pada masa sekarang ini, pengetahuan masyarakat Indonesia tentang kesehatan masih minim, sehingga dengan adanya E-Health yang memberikan informasi lengkap mengenai kesehatan dan kemudahan dalam mengakses pelayanan medis melalui sistem yang terintegrasi, diharapkan sistem baru ini akan membuat masyarakat memiliki kesadaran lebih akan kesehatan. Permasalahan yang lain adalah banyaknya data pasien (medical record) yang harus disimpan sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Dengan E-Health, medical record pasien dapat tersimpan dengan baik, mudah dalam proses pencarian ketika dibutuhkan,serta mudah dan aman untuk ditransmisikan kepada pasien dengan tetap mementingkan privasi pasien.

II. PEMBAHASAN
           
E-health adalah aplikasi internet atau teknologi lain yang berkaitan di industri pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan akses, efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari proses medis dan bisnis, yang melibatkan organisasi pelayanan medis (rumah sakit atau klinik), praktisi medis (dokter atau terapis), laboratorium, apotek, asuransi, dan pasien sebagai konsumen .
E-health merupakan e-commerce versi kesehatan: yaitu pemanfaatan bisnis kesehatan secara elektronik. E-health adalah kombinasi dari pemanfaataan komunikasi elektronik dan teknologi informasi pada bidang kesehatan, baik di tempat sendiri (lokal) maupun di klinik yang jauh, untuk tujuan klinik, pengajaran dan administratif.
       Solusi yang ditawarkan e-health meliputi produk, sistem, dan layanan, sebagai contoh : informasi kesehatan, rekam medis elektronik, layanan pembelian obat, sistem komunikasi antar pengguna, dan informasi lainnya terkait pencegahan penyakit, diagnosa, perawatan, monitoring kesehatan, dan manajemen gaya hidup.
Di Indonesia sendiri, e-health belum diterapkan, walaupun sudah banyak berkembang situs-situs kesehatan, tetapi situs-situs tersebut belum mengadaptasi konsep e-health sepenuhnya.

System E-Health

Aplikasi Perangkat Lunak E-Health Laboratorium Medis ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP (PHP Hypertext Preprocessor), untuk database menggunakan MySQL. Alasannya, agar user tidak perlu lagi melakukan instalasi aplikasi sebelum menggunakannya. Untuk dapat menggunakan aplikasi ini, user hanya menyediakan perangkat koneksi. Perancangan sistemnya menggunakan system flow, work flow, DFD (Data Flow Diagram), CDM (Conceptual Data Model), dan PDM (Phsycal Data Model).
Secara sederhana sistem E-Health terdiri atas sejumlah “Stasiun Medis” yang satu sama lain dihubungkan dalam suatu jaringan (Network). Suatu stasiun medis sendiri dapat terdiri atas :
  1. Komputer dengan perangkat lunak di dalamnya
  2. Sebuah perangkat antar-muka pasien
  3. Sejumlah instrument biomedika (tergantung keperluan)
  4. Sebuah perangkat antar-muka pengguna (berikut alat input output yang digunakan)
  5. Jaringan dan perangkat telekomunikasi yang tersedia.
Pada dasarnya setiap stasiun medis dapat berhubungan dengan stasiun medis lainnya secara
  1. Real-time (secara sinkron), contohnya saat telekonsultasi antara dokter umum dan dokter spesialis mengenai kasus darurat seorang pasien.
  2. Store and forward, pengiriman informasi dan pembacaannya tidak pada saat yang sama, contohnya dalam penyampaian singkat jumlah rekapitulasi jumlah pasien di suatu puskesmas selama sebulan beserta informasi penting secara singkat.
Maanfaat dan Kendala Dari Penggunaan Sistem E-Health :

Sistem E-Health ini begitu bermanfaat bagi dunia kesehatan dan kedokteran saat ini, berikut manfaat lain dari penerapan sistem E-Health dalam dunia kedokteran :
  1. Peningkatan efisiensi atau penurunan biaya.
  2. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
  3. Pembuktian diagnose melalui evaluasi ilmiah
  4. Pemberdayaan pasien dan konsumen
  5. Mendorong terjadinya hubungan yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan
  6. Pendidikan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat
  7. Mendorong tumbuhnya komunikasi dan pertukaran informasi antar lembaga pelayanan kesehatan
  8. Perluasan ruang lingkup pelayanan kesehatan.
Dan berikut masalah yang perlu di atasi :
  1. Kesiapan sumberdaya manusia
  2. Kesiapan organisasi yang terlibat
  3. Budaya kerja
  4. Perkembangan teknologi dan ketersediaan infrastruktur
  5. Masalah birokrasi
  6. Hubungan antara konsumen dan tenaga kesehatan 
Contoh Penerapan E-Health Pada Dunia Kesehatan :

Sistem Resep Elektronik
Merupakan sistem komputerisasi penulisan resep obat yang juga dikenal dengan E-Prescription, dimana pada sistem ini dokter menuliskan dan mengirimkan resep kepada bagian farmasi/apotek menggunakan media elektronik menggantikan tulisan tangan dan penggunaan media kertas.
Sistem ini dibuat untuk menghindari terjadinya ROM (Reaksi Obat Merugikan) yang biasa disebabkan oleh adanya kesalahan pemakaian obat selama dalam penanganan tenaga kesehatan, yang sebenarnya hal ini dapat dicegah apabila dilakukan dengan lebih teliti dan hati-hati.
Kesalahan tersebut dapat dibagi dalam 4 fase :
  1. Fase penulisan resep
  2. Fase pembacaan resep
  3. Fase penyiapan hingga penyerahan resep oleh petugas apotek
  4. Fase penggunaan obat oleh pasien 
Cara Kerja Sistem Resep Elektronik :
Resep elektronik ini terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak, perangkat keras yang digunakan adalah computer dan perangkat lunak yang digunakan adalah perangkat lunak resep elektronik dengan modul pendeteksi ROM (Reaksi Obat Merugikan).
Satu computer digunakan sebagai server (pusat data). Server tersebut dihubungkan dengan computer-komputer lainnya menggunakan hub pada LAN (Local Area Network). Perangkat lunak hanya di instalasi di computer server saja dan sistem ini dapat digunakan pada satu, dua atau banyak computer.
Perangkat lunak pada sistem resep elektronik pendeteksi ROM ini secara sederhana mempunyai fungsi sebagai berikut  :
  1. Mencatat semua data pasien yang dapat dengan mudah dicari kembali
  2. Menulis resep elektronik tanpa kertas dan dapat langsung dikirim ke apotek, sehingga pasien dapat langsung pergi ke apotek untuk ambil obat.
  3. Membantu bapak ibu dokter dalam menulis resep dengan memberikan informasi mengenai obat yang akan diresepkan dan mendeteksi apabila ada interaksi antara obat-obata tersebut dalam resep dengan memberi peringatan sebelum obat dikirimkan ke apotek.
  4. Mencatat data penggunaan obat
  5. Membuat laporan dengan lebih cepat dan mudah
Dengan adanya sistem seperti ini sebenarnya akan sangat memudahkan seorang dokter dalam bekerja dan menghindari terjadinya kesalahan dalam pemberian suatu resep yang dapat menimbulkan kerugian pada pasien, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan.

Telemedicine

Telemedicine adalah aplikasi dari pengobatan klinis yang pengembangannya memanfaatkan telepon, internet, dan jaringan komunikasi lain untuk mentransfer informasi medis. Telemedicine merupakan layanan kesehatan yang dilakukan dari jarak jauh (Telemedicine is health care carried out at a distance). Istilah telemedicine sering disalahartikan dengan istilah e-health ataupun telehealth. Telemedicine hanya merujuk pada layanan klinis, sedangkan telehealth mencakup baik layanan klinis maupun layanan nonklinis seperti pendidikan, administrasi, dan penelitian bidang medis. Sedangkan e-health digunakan pada istilah yang mencakup telehealth, rekam medis elektronik, dan komponen-komponen lain dalam kesehatan TI (teknologi informasi).

Contoh Aplikasi Telemedicine :

Aplikasi telemedicine sangatlah luas, tergantung dari materi dan objek transmisi nya. Misalnya, teleradiologi, teledermatologi, telepsikiatri, teleneurologi, teleedukasi, telekonsultasi, pengobatan telenuklir, teleotorinolaringologi  dan penatalaksanaan trauma jarak jauh. Selain itu dikenal pula berbagai disiplin telemedicine lainnya seperti telenursing  (pelayanan keperawatan jarak jauh), dan teleprescribing (resep jarak jauh).

Penggunaan E-Health dan Telemedicine di Indonesia
E-Health di Indonesia
Di Indonesia sendiri penggunaan sistem layanan e-health memang belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan sumber daya manusia (SDM) industri kesehatan yang ada belum menguasai teknologi secara keseluruhan. Beberapa yang harus dikuasai sebelum e-Health ini diterapkan adalah masalah informasi dan teknologi (IT). Hingga saat ini tidak semua rumah sakit hingga puskesmas memiliki infrastruktur IT memadai.
Padahal, untuk bisa menerapkan sistem layanan e-Health tersebut dibutuhkan infrastruktur IT yang cukup, koneksi dan integrasi antara pihak rumah sakit hingga masalah kecepatan akses bandwidth internet.
Pengembangan e-health perlu didasarkan pada kebutuhan pengguna akan layanan kesehatan, sehingga akan tercipta e-health yang tepat sasaran dan mampu meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia. Saat ini ekosistem kesehatan terdiri dari beberapa komponen yaitu, pengguna (pasien dengan berbagai level ekonomi), pemerintah sebagai regulator dan fasiliastor, dokter, rumah sakit, apotik, industri obat dan penyelenggara maupun pendukung kesehatan lainnya. Masing-masing komponen bisa membangun dengan program TIK masing-masing. Namun demikian karena pasien itu berpindah-pindah dan perlu penanganan yang cepat, akurat dan murah, maka diperlukan suatu sistem TIK yang baik.

Telemedicine di Indonesia
Pelaksanaan telemedicine di Indonesia sampai saat ini terus dikaji dan dikembangkan, karena dalam penerapannya ada beberapa kendala utama.
Kendala pertama berasal dari aspek instalasi sistem/infra struktur telemedicine. Biaya perangkat keras untuk melakukan teleconference (untuk telediagnosis maupun tele konsultasi) belum banyak dimiliki di fasilitas kesehatan yang ada di daerah terpencil. Biaya pengadaan perangkat lunak penunjang (kalau memang teknologinya sudah ada) juga tidak murah, belum lagi biaya instalasi yang memerlukan dukungan tenaga terlatih.
Masalah lain juga timbul pada aspek integrasi konsep telemedicine ke dalam praktek kedokteran di Indonesia. Tenaga Medis dengan dukungan kemampuan telemedicine masih terbatas. Penerimaan komunitas terhadap hasil dari telemedicine dibidang tenaga kesehatan maupun tenaga non-medis juga beragam, belum lagi aspek legal dan etik praktik telemedicine ini. Dan terakhir adalah aspek pemeliharaan sistem.
Beberapa isu yang mengemuka adalah besarnya Biaya pemeliharaan, Efektivitas-biaya secara komersial, Pengawasan kualitas layanan, dan terakhir adalah Penyesuaian dengan perkembangan teknologi informasi & ilmu kedokteran.

III. KESIMPULAN

E-health merupakan suatu bentuk layanan kesehatan secara elektronis yang mempunyai tujuan untuk mendukung kegiatan kesehatan secara umum, meningkatkan kualitas layanan, meningkatkan akses, efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari proses medis dan bisnis, yang melibatkan organisasi pelayanan medis (rumah sakit atau klinik), praktisi medis (dokter atau terapis), laboratorium, apotek, asuransi, dan pasien sebagai konsumen .
Sistem layanan e-Health memang belum bisa diterapkan dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan sumber daya manusia (SDM) industri kesehatan yang ada belum menguasai teknologi secara keseluruhan. Sistem e-Health tersebut akan merombak sistem layanan yang ada di rumah sakit selama ini. Apalagi rumah sakit tersebut belum menerapkan teknologi untuk menunjang operasionalnya. Beberapa yang harus dikuasai sebelum e-Health ini diterapkan adalah masalah informasi dan teknologi (IT).
Hingga saat ini tidak semua rumah sakit hingga puskesmas memiliki infrastruktur IT memadai. Untuk bisa menerapkan sistem layanan e-Health tersebut dibutuhkan infrastruktur IT yang cukup, koneksi dan integrasi antara pihak rumah sakit hingga masalah kecepatan akses bandwidth internet.
Pengembangan e-Health pun perlu didasarkan pada kebutuhan pengguna akan layanan kesehatan, sehingga akan tercipta e-Health yang tepat sasaran dan mampu meningkatkan derajat kesehatan di Indonesia. 
Telemedicine adalah konsep praktek kedokteran yang sangat bermanfaat untuk mendukung diagnosis maupun konsultasi medis jarak jauh. Telemedicine dapat menjembatani kekurangan tenaga spesialis medis disuatu tempat dan menawarkan layanan kesehatan cepat yang dibatasi jarak, tetapi telemedicine sangat tergantung pada tingkat ketersediaan infrastruktur IT di suatu daerah dan juga tingkat biaya operasional yang tersedia. Telemedicine juga masih sangat dibatasi oleh penguasaan teknologi ini khususnya oleh tenaga medis di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA



JURNAL ILMIAH NFC

JURNAL ILMIAH

TEKNOLOGI NFC (NEAR FIELD COMMUNICATION)
R FAJAR PAMBUDHI
(1151500074)
TEKNIK INFORMATIKA - INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA
Jl. Raya Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Banten 15320

ABSTRAK


NFC merupakan singkatan dari Near Field Communication, merupakan generasi terkini dari komunikasi nirkabel atau wireless jarak dekat, yang memungkinkan ponsel pintar dan alat serupa untuk saling berkomunikasi cukup hanya dengan sentuhan atau berada dalam jarak dekat. Teknologi NFC merupakan pengembagan dari teknologi RFID atau Radio Frequency Identification yang menggunakan gelombang radio untuk mengirim sinyal antara perangkat, yang pada prinsipnya hampir sama dengan kartu ATM Hanya saja bedanya dengan kartu ATM, untuk melakukan suatu pembayaran kartu RFID tidak perlu di gesek ke suatu alat namun cukup di dekatkan ke suatu alat yang di sebut reader. Di Indonesia, kartu RFID sudah banyak di gunakan seperti e-toll untuk pembayaran otomatis gerbang tol.
Seiring perkembangan zaman para produsen smartphone sudah mulai menggunakan teknologi NFC sebagai nilai tambah mereka. Teknologi NFC ini dapat melakukan pertukaran dan pengiriman data atau informasi secara instan antar perangkat yang sudah menggunakan teknologi ini. Selain itu teknologi NFC juga dapat melakukan transaksi finansial dengan cepat tanpa harus menggunakan kartu kredit atau kartu prabayar. Dengan teknologi NFC ini diharapkan akan membuat para penggunanya menjadi lebih nyaman dan aman dalam melakukan transaksi maupun pengiriman data dari suatu perangkat ke perangkat lainnya.

Kata kunci : Near Field Communication, Radio Frequency Identification


1. PENDAHULUAN
Di zaman yang modern ini perkembangan teknologi sangat pesat dan cepat. Salah satunya pada smartphone, bukan hanya perangkat kerasnya saja tetapi juga pada perangkat lunaknya seperti teknologi dalam pengiriman data yaitu Near Field Communication atau NFC.
Sebelum adanya teknologi NFC ini aplikasi pengiriman data pada handphone yang pertama kali muncul adalah infrared, lalu dilanjutkan dengan bluetooth dan yang saat ini tengan berkembang adalah NFC (Near Field Commnication). Kebutuhan pengiriman data yang lebih efisien dan memiliki banyak fungsi adalah salah satu solusinya. Sebenarnya NFC adalah pengembangan dari teknologi Radio Frequency Identification (RFID) yang menggunakan gelombang radio untuk mengirim sinyal antara perangkat

2. PEMBAHASAN
A. Sejarah NFC
NFC adalah bagian dari RFID yang menggunakan gelombang radio untuk mengirim sinyal antara perangkat. Sebuah smartphone akan mengirimkan sinyal yang tag NFC terpasang di dalam poster film atau penyadapan card reader dan berinteraksi dengan. Berkomunikasi telepon dan tag bolak-balik untuk mengirimkan informasi atau menyelesaikan transaksi.
RFID mulai dipatenkan pertama kali oleh Charles Walton. RFID adalah RFID adalah suatu metode yang bisa digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti yang bernama RFID tag atau transponder. Suatu RFID tag adalah sebuah benda kecil, misalnya berupa stiker adesif, dan dapa tditempelkan pada suatu barang atau produk. RFID tag berisi antena yang memungkinkan mereka untuk menerima dan merespon terhadap suatu query yang dipancarkan oleh suatu RFID transceiver. Perkembangan NFC dimulai pada tahu 2004 dengan didirikannya sebuah form untuk NFC oleh Nokia, Philips dan Sony. Pada tahun 2006 forum NFC meciptakan kompatibel spesifikasi teknis dan tag NFC dan terus berkembang hingga saat ini. pada tahun 2006 Nokia 6131 adalah handphone dengan NFC pertama dan disusul oleh Samsung Nexus S di tahun 2010 sebagai handphone Android pertama yag menggunakan NFC. Pada tahun 2011 Google I/O mendemonstrasikan pengunaan NFC untuk mengirimkan permainan, aplikasi, video dan lainnya. Dan pada tahun 2011 Research In Motion menjadi perusahaan pertama yang menjamin trasaksi bersama MasterCard Worldwide, da diatur oleh PayPass. Hal ini memastikan perangkat NFC dapat berkomunikasi dengan perangkat NFC lainnya, salah satu faktor utama dalam membuat teknologi NFC bayak diminati sampai sekarang adalah kesederhana dalam pengoperasian dan kecepatannya dalam melakukan transaksi.
Sejak dikembangkan tahun 2008, NFC telah diadopsi secara global terutama di negara-negara maju. Sampai saat ini NFC telah diuji coba dan komersial pada lebih dari 200 proyek di 54 negara.
Di Amerika, Eropa, Rusia dan Australia teknologi ini telah digunakan secara luas. Beberapa negara Timur Tengah juga sudah mencoba teknologi ini, antara lain Iran, Israel, Kuwait, Emirat Arab,dan Arab Saudi. Bahkan masayarkat Afrika pun sudah menikmati NFC, antara lain Kenya dan Afrika Selatan.
Untuk kawasan Asia, NFC dimulai oleh negera maju seperti Hongkong, Jepang, Korea, Taiwan, China, bahkan India dan Sri Langka. Sedangkan kawasan Asia Tenggara dimulai oleh Singapura, Malaysia, Thailand, dan Philipina. Sayang tentunya, Indonesia belum muncul pada laporan internasional sebagai negara pengguna NFC.
Teknologi NFC di Indonesia mungkin memang belum begitu populer namun ternyata teknologi ini sudah mulai banyak digunakan misalnya pada E-KTP yang proses transfer data dari alat NFC ke E-KTP dengan menggunakan RFID. Caranya hanya diletakkan di perangkat NFC dan data yang dari komputer sudah masuk ke E-KTP.
B. Pengertian NFC
Near Field Communication (NFC) adalah salah satu teknologi konektivitas wireless jarak dekat yang memungkinkan interaksi dua arah antar perangkat elektronik yang lebih aman dan simple. NFC juga memungkinkan penggunanya untuk melakukan transaksi secara langsung, mengakses konten digital dan melakukan koneksi dengan perangkat elektronik hanya dengan satu sentuhan.

Near Field Communication atau NFC merupakan generasi terkini dari komunikasi wireless jarak dekat dengan frekuensi tinggi. Yang memungkinkan pertukaran data antar device yang terintegrasi dengan teknologi ini. Layanan NFC yang terdapat pada mobile handset memungkinkan penggunanya untuk membagi dan menerima data atau informasi secara instan, berinteraksi dengan device lain yang memiliki teknologi NFC, dan membuat pembayaran secara mobile menjadi cepat dan aman. Teknologi ini dibuat berdasarkan standard RFID. Hanya terdapat sedikit perbedaan, dan NFC tidak dapat berinteraksi dengan beberapa device yang system yang terintegrasi RFID. NFC berkerja pada frekwensi 13.56 MHz dengan kecepatan transfer rata – rata diatas 424 Kbps.

C. Jenis – Jenis NFC

·         Card Emulation

 Smatphone yang dilengkapi NFC dapat digunakan sebagai sarana pembayaran misalnnya layanan Google Wallet dengan cara melakukan pembayaran dengan cara mendekatkan smartphone pada perangkat yang telah tersedia, tanpa perlu menyentuh atau menggesek.

·         Reader/Writer
Teknologi NFC ini memberikan kemudahan membaca dan menulis dengan NFC tag sehingga bisa digunakan misalnya untuk membaca smart poster

·         Peer to Peer


Perangkat yang telah dilengkapi dengan NFC akan dapat terkoneksi dan berkomunikasi satu sama lain. Misalnya laptop dengan printer atau berbagi foto dari kamera ke televisi yang dilengkapi dengan NFC

C. Manfaat NFC
Ada beberapa manfaat NFC, selain sebagai sarana untuk kemudahan pembayaran, NFC juga bisa dimanfaatkan sebagai :
1. Kendali akses
2. Produk elektonik konsumen
3. Dunia kesehatan
4. Sarana pertukaran informasi dan pengiriman data
5. Kupon & Loyalitas
6. Transportasi


D. Kelebihan dan Kelemahan NFC
Menurut dari isi pembahasan diatas ada beberapa kelebihan dan kelemahan dari teknologi NFC ini, antara lain :
v  Kelebihan NFC :
·         Mempermudah dalam melakukan transaksi pembayaran tanpa menggunakan kartu kredit atau kartu prabayar. Cukup dengan menggunakan smartphone yang telah terintegrasi NFC.
·         Koneksi dengan perangkat lain sangat mudah, hanya dengan satu sentuhan saja.
·         Konsumsi daya lebih sedikit
·         Lebih aman dan nyaman karena NFC memiliki system security yang bagus.
·         Transaksi pembayaran yang dilakukan lebih cepat.
·         Sedikit kemungkinan untuk terjadi gangguan saat koneksi karena menggunakan system RFID.

v  Kelemahan NFC
·         Masih minimnya prasarana yang support dengan perangkat NFC di tempat – tempat umum khususnya di Indonesia.
·         Masih belum banyaknya orang yang tahu tentang teknologi ini karena masih tergolong baru di Indonesia.
·         Untuk komunikasi antar perangkat masih perlu jarak yang sangat dekat.

3. KESIMPULAN

NFC adalah perangkat teknologi komunikasi nirkabel berbasis Radio Frequency Identification (RFID) yang memungkinkan komunikasi antar perangkat elektronik dalam jarak yang dekat. NFC merupakan generasi terkini dari komunikasi wireless jarak dekat dengan frekuensi tinggi. Yang memungkinkan pertukaran data antar device yang terintegrasi dengan teknologi ini. Kelebihan NFC antara lain mempermudah kita dalam melakukan transaksi pembayaran tanpa menggunakan kartu kredit atau kartu prabayar, Koneksi dengan perangkat lain yang lebih mudah lebih aman dan nyaman karena NFC memiliki system security yang bagus, serta dapat melakukan transaksi pembayaran yang dilakukan lebih cepat.
NFC merupakan teknologi yang sangat bermanfaat walaupun memang terdapat beberapa hal yang dapat dikembangkan lebih lanjut, terutama dari segi keamanan. Di negara lain, isu keamanan NFC sudah menjadi hal yang penting. Perlu dilakukan sosialisasi yang baik supaya masyarakat tidak takut menggunakan NFC. Sebetulnya permasalahan keamanan teknologi NFC dapat diatasi dengan cukup mudah. Sebagai contoh, cukup dengan menggunakan aplikasi di ponsel untuk mengamankan tag NFC yang belum diamankan dari serangan peretas/hacker. Di Indonesia sendiri sebetulnya teknologi NFC ini sudah digunakan seperti E-KTP, E-Toll, dll. Tapi dibalik semua itu juga terdapat kekurangan NFC seperti harga perangkat NFC yang tidak murah, masih perlu jarak yang sangat dekat untuk komunikasi antar perangkat,serta masih rendahnya kecepatan transfer data yang dapat dilakukan. Teknologi NFC ini harus diperbaharui lagi agar teknologi ini dapat berkembang mengikuti perkembangan teknologi lainnya.